Profil
Tim BIBIT Papua terdiri atas orang yang memperhatikan tangan
Tuhan di bumi untuk melengkapi dan mengajar anaknya
bagaimana hidup sesuai Firmannya. Tim BIBIT belajar Ilmu
tersebut dan meneliti bentuk dunia yang Tuhan telah ciptakan.
Kami berkembang bersama sama dalam kelimpahan Tuhan di
dunia melalui ilmu yang telah dipraktekan.
Kami percaya bahwa Tuhan telah memberikan kita hak dan
kuasa untuk mengelola bumi sesuai dengan tujuan sang
Pencipta lewat firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab dan
ditentukan dalam setiap hati anak anakNya lewat Roh Kudus.
Kejadian 2:15 berkata: “ Tuhan Allah mengambil manusia itu
dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan
dan memelihara taman itu ” Kami percaya bahwa siapa saja
yang belajar melatih diri dari cara dan FirmanNya serta
bersyukur bersama atas kebaikan Tuhan akan mandiri dan
sejahtera.
VISI dan MISI
VISI: Menciptakan komunitas yang mengenal Tuhan, meneliti
dan melestarikan sifat ciptaan-Nya sesuai amanat Kejadian 2
untuk mengelola bumi agar hidup dalam kelimpahan.
Creating a community that knows God, researching and
preserving the nature of his creation according to the mandate
of Genesis 2 in order to manage the earth in living abundantly.
MISI: mengenal Tuhan yang benar yang satu (Yohanes
17:3), mempelajari cara dan tujuan-Nya dalam menciptakan
manusia dan bumi (2 Timotius 2:15), dan hidup sebagai pelayan
ciptaan bersama-Nya (Yakobus 2:5)
To know the one true God (Jn 17:3), study His purposes in
creation of humans and the earth (2 Tim 2:15), and live as co-
stewards of creation with Him (Jas 2:5)
Tenang
Ketika badai datang, Tuhan mengingatkan kita untuk tetap tenang.
- Ayat (Mazmur 46:10):
“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.” - Refleksi:
Tenang bukan berarti pasif, tetapi percaya bahwa Tuhan memegang kendali. Saat hati kita tenang, kita memberi ruang bagi Tuhan untuk bekerja.
Diam
Diam di hadapan Tuhan berarti menunggu Dengan Iman, bukan dengan ketakutan.
- Ayat (Keluaran 14:14):
“Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” - Refleksi:
Kadang kita ingin segera bertindak, tetapi Tuhan meminta kita untuk diam—mendengar suara-Nya dan menunggu waktu-Nya.
Kerjakan
Setelah tenang dan mendengar, saatnya bertindak.
Ayat (Yakobus 1:22):
“Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja.”
Refleksi:
Iman sejati terlihat dari tindakan. Apa yang Tuhan taruh di hati kita, kerjakan dengan setia.